Nindy Ilhami, 24 Besar finalis Sunsilk Hijab Hunt Surabaya

Siapa bilang anak teknik itu cuma jago itung-itungan? Kebanyakan orang beranggapan anak teknik cuma jago hardskill tapi lemah dalam softskill. Apalagi anak IT, mereka beranggapan bahwa kerjaannya cuma ngoding dan buat aplikasi. Hey hey hey tidak semua anggapan itu benar, guys! Anak IT nggak cuma ngoding aja, mereka berkompeten juga dalam hal bakat, olah softskill, dll.  Kali ini prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Bukan dibidang develop  aplikasi, game, ataupun web, tapi pada bidang bakat dan kemampuan (softskill).

Nindy Ilhami atau yang biasa disapa Nindy adalah salah satu mahasiswa semester 4 Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang baru-baru ini mengikuti kontes pemilihan bakat muslimah Sunsilk Hijab Hunt 2017 yang disponsori oleh TRANS7 dan detik.com. Pemilihan dilakukan di beberpa kota besar seluruh Indonesia diantaranya wilayah Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Bandung dan Jakarta.

Sunsilk Hijab Hunt merupakan ajang pencarian bakat para muslimah berhijab. Hijab Hunt bukan sekedar kontes wanita berhijab biasa. Ada banyak karakter yang dinilai. Tidak hanya cantik dan berkeprbadian, seorang muslimah juga harus memiliki bakat. Hijab Hunt bertujuan untuk memacu para muslimah berhijab agar bisa mengeksplorasi dan menggali potensi dirinya karena hijab bukanlah penghalang bagi muslimah untuk terus bisa berkarya dan menjadi inspirasi.

Audisi dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 di The Square Ballrom ICBC Center Surabaya. Serangkaian acara audisi diikuti oleh dara cantik kelahiran Tulungagung ini, mulai dari wawancara hingga tes bakat. Pada tahap wawancara juri menanyai segala hal tentang pribadi peserta mulai dari hijab, motivasi, dan event apa saja yang pernah diikuti oleh peserta. Penjurian dilakukan oleh juri dari detik.com dan TRANS 7. 

Dari serangkaian acara yang dijalani, akhirnya Nindy berhasil menjadi TOP 24 besar finalis Sunsilk Hijab Hunt dari Surabaya. “Gak jaim sih, sebenernya aku tergiur sama hadiahnya. Tapi yang paling utama sih karena aku mau menginspirasi semua muslimah di Indonesia baik itu yang belum berhijab atau yang mau berhijab atau bahkan  yang udah berhijab bahwa kalau berhijab itu harus bener-bener tulus dari hati dan jangan asal coba-coba, ” tutur Nindy Ilhami saat diwawancari seputar prestasi dan motivasinya oleh tim MEDINFO HIMIT.

Lolos menjadi 24 finalis terbaik, hari Minggu 26 Maret 2017 Nindy harus menampilkan bakat terbaiknya kepada juri utama yaitu Nicta Gina. “Waktu itu aku nyanyi sama weather forecast (pembawa berita cuaca),” ujar Nindy.

Penampilan bakat ke 24 finalis merupakan sekaligus acara penutup dari serangkain audisi yang dilakukan. Eitts!! Audisi belum selesai karena nanti dari ke-24 finalis terbaik seluruh kota di Indonesia akan diambil 50 besar finalis terbaik pada 8 Mei 2017 yang nantinya akan di seleksi lagi di Jakarta tanggal 13 Mei 2017.  Semoga lolos dan banggakan orang tua, Jurusan, dan Almamater tercinta. (tra/pen)

 

”Berhijab itu sama sekali bukan halangan buat kita semua berprestasi dan menunjukkan action atau kemampuan kita.” Nindy Ilhami 

Medinfo

Medinfo

Mahasiswa IT angkatan 2000

E-Mail: medinfo.himit@gmail.com

Kirim Komentar