Re:Tale Game Raih Juara 2 dalam Ajang Kompetisi MAGE 2017

Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Multimedia dan Jaringan ITS. Pada tahap penjurian yang diadakan pada Sabtu (25/2) itu akhirnya tim Re:Tale Game berhasil meraih juara 2 setelah bersaing dengan 7 tim lainnya yang masuk menjadi finalis pada kategori Game Competition Mahasiswa yang bertemakan “Futuristic”.

MAGE (Multimedia dan Game Event) merupakan serangkaian kompetisi yang bertujuan untuk menjadi wadah media bagi pelajar dan akademisi untuk melakukan eksplorasi kreatifitas, inovasi, dan kemampuan dalam mengaplikasikan teknologi game untuk memberikan dampak positif bagi Indonesia. Tema yang diangkat MAGE pada tahun ini yakni “Realization for Advancing Future”.

Tim Re:Tale Game ini terbentuk dari tiga mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2015, yakni Ibnu Raziq, R. Surahutomo Aziz Pradana, dan Bujang Trisna Herlangga. Dengan ide game mereka, semua anggota tim dibagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Kalau bicara lomba, dream team itu ada 3. Pertama, pintar di dokumentasi, itu penting untuk pengiriman proposal. Kedua, pintar di teknis karena itu hal paling krusial, dan terakhir adalah pintar presentasi. Kenapa? Karena juri bakal ngelihat bagaimana cara kamu menjual aplikasimu,” ujar Ibnu salah satu anggota tim.

Keberhasilan tim Re:Tale Game diharapkan akan menjadi motivasi bagi teman-teman Teknik Infomatika yang lain untuk terus aktif mengikuti lomba dan menghasilkan produk kreatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia. Ibnu menambahi, “buat adik-adik IT yang baru menginjak semester 2, kebanyakan dari kalian pasti minder karena sudah mulai terlihat banyak dari teman kalian yang skill-nya teknisnya bagus dan biasa kalian sebut mastah. Tapi itu sebenernya juga nggak sepenuhnya benar.”

Ibnu banyak merasakan pelajaran yang didapat setelah mengikuti ajang kompetisi ini. Selain dia berhasil membuat bangga orang tua, dia juga merasakan pentingnya kerjasama tim. “Kalau misal mereka berjuang sendiri, mereka pada akhirnya akan susah. Toh, orang-orang sukses itu semuanya mulai dari nol. Jadi, kalau menurutku bisa disimpulkan bahwa keberhasilan tidak berasal dari skill saja, tetapi berasal dari kemauan dan niat kalian masing-masing. Kalau mau ikut lomba, ya sudah ikut saja. Hilangkan ragunya,” lanjutnya memberikan wejangan. (pen)

Medinfo

Medinfo

Mahasiswa IT angkatan 2000

E-Mail: medinfo.himit@gmail.com

Kirim Komentar