Gravicodev Team Raih Juara 3 dan Golden Ticket di Mini Finhacks 2017

Prestasi baru kembali terukir oleh mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Elektronika Surabaya. Berita baik ini hadir dari event dan kompetisi Mini Finhacks 2017 yang merupakan roadshow tiga kota yang menjadi bagian dari rangkaian Finhacks 2017 Codescape, yang berlangsung di Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Setiap Mini Finhacks akan berisi dua acara utama yaitu talkshow dan sprint coding.

Salah satu pemenang dari Mini Finhacks 2017 roadshow Surabaya yang diadakan di Santika Premier Hotel, Surabaya pada tanggal 29 Juli 2017 yakni tim Gravicodev (Muhammad Fatih, Ardika Bagus, dan Rasyadh Abdul Aziz) yang telah meraih juara 3 dan mendapatkan golden ticket untuk maju ke acara Finhacks 2017 yang merupakan serangkaian acara financial hackathon kolaborasi BCA dengan industri dan pengembang aplikasi, mulai dari diskusi, workshop hingga hackathon yang melibatkan perbankan, media, komunitas IT, pengembang, para pakar, untuk bersama-sama membangun inovasi layanan perbankan yang lebih mudah, aman, dan menyenangkan bagi gaya hidup nasabah sehari-hari di Indonesia.

Tim yang pernah dibentuk dari pembagian tim RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) dan KP (Kerja Praktek) ini awalnya mengirim ide tentang aplikasi QASH (QR-Code as a Cash) yang kemudian lolos filter untuk maju ke Mini Finhack 2017.  Aplikasi QASH sebenarnya hampir mirip dengan  Flazz BCA, hanya saja aplikasi QASH menawarkan beberapa kelebihan yang belum ada pada Flazz BCA. Aplikasi QASH ini menerapkan konsep QR-Code berbasis Android tanpa menggunakan reader tertentu, dimana QR-Code menjadi alat transaksi pembayarannya dan aplikasi QASH ini menyimpan history dari transaksi-transaksi apa saja yang dilakukan. Tak hanya itu kelebihan yang ditawarkan aplikasi QASH, dalam masalah keamanannya aplikasi QASH juga dapat dinonaktifkan maupun diaktifkan, jadi jika terjadi kehilangan maka akan tetap aman jika aplikasi tersebut dalam keadaan nonaktif untuk mencegah adanya penyalahgunaan transaksi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Pencetus awal dari ide aplikasi QASH ini adalah Ardika Bagus (IT 2014), yang kemudian didiskusikan bersama dengan teman-teman satu timnya agar diimplementasikan ke event dan kompetisi Mini Finhacks 2017 dengan pembagian  job desk masing-masing. Rasyadh Abdul Aziz (IT 2014) sebagai front-end, Muhammad Fatih (IT 2014) sebagai back-end, Ardika Bagus sebagai middle-end dan database, dan dengan bimbingan dosen Jauari Akhmad.

Perlu diketahui bahwa ketika di acara Mini Finhacks, tidak langsung membuat aplikasi QASH, akan tetapi menyelesaikan beberapa kasus atau soal permasalahan dalam hal manajemen bisnis yang telah diberikan oleh pihak Mini Finhacks untuk diselesaikan dengan melakukan kompetisi sprint coding selama 3 jam, dari penilaian berdasarkan kecepatan dan ketepatan  penyelesaian tersebut dapat ditentukan pemenangnya yang akan diberangkatkan ke Finhacks 2017 untuk mempresentasikan aplikasi yang telah disubmit sebelumnya.

Meskipun sudah mengetahui bahwa kompetisi Mini Finhacks 2017 pesertanya dari kalangan umum yang ahli dalam bidang IT dan hanya memiliki waktu persiapan selama tujuh hari, tidak akan mematahkan semangat dari tim Gravicodev. “Harus mempunyai pikiran yang positif. Kita juga mempunyai kemampuan dan tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik,” ujar Aziz, salah satu anggota tim Gravicodev.

“Kompetisinya seru dan merupakan sesuatu hal yang baru, dimana terdapat kompetisi tentang aplikasi di bidang finansial yang jarang sekali diperlombakan. Dan melalui kompetisi ini, saya dapat menjumpai orang-orang yang luar biasa yang memiliki pemikiran yang luas,” lanjut Aziz.

Selanjutnya, aplikasi QASH akan dikembangkan dan dihubungkan kepada pihak penyedia uang atau rekening dengan virtual account dari bank, akan tetapi hal tesebut masih belum dapat dilaksanakan karena terdapat beberapa kendala yakni salah satunya adalah harus adanya kerja sama dari berbagai bank. (net/pen)

Medinfo

Medinfo

Mahasiswa IT angkatan 2000

E-Mail: medinfo.himit@gmail.com

Kirim Komentar