Kenalan Yuk, dengan LibreOffice!

Kenalan Yuk, dengan LibreOffice!

Pengguna Linux pasti sudah kenal dan akrab dengan LibreOffice. Apasih LibreOffice itu? LibreOffice adalah open source software yang merupakan paket aplikasi perkantoran yang dikembangkan oleh The Document Foundation.

Tahun ini, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya berkesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam acara LibreOffice Conference 2018. Acara ini adalah salah satu ajang yang dapat menuntaskan keingintahuan kita tentang LibreOffice, Sobat HIMIT! Jadi, bagi yang belum familiar atau pun yang ingin mengembangkan open source ini bisa turut serta di dalamnya.

LibreOffice Conference 2018 diselenggarakan oleh Komunitas LibreOffice Indonesia dengan disponsori oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, The Document Foundation, Domus, Fans, OpenSUSE, LinkSoft, dan masih banyak lagi. Acara ini didukung oleh HIMIT dan HMCE pula lo, Sobat HIMIT! Terbukti dengan kerja sama mereka sebagai para panitia di dalamnya. Tak lupa pula OSC PENS yaitu Open Source Community dari komunitas teknologi HIMIT serta Komunitas Linux Arek Suroboyo.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Himpunan Teknik Informatika dan Himpunan Teknik Komputer khususnya, bisa bekerjasama untuk membantu menyukseskan acara LibreOffice Conference ini. Kami sangat bangga bisa membantu menyelenggarakan acara ini. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut terus, karena memang kegiatan ini sevisi dengan kami yaitu bisa mengembangkan hardskill dan keilmuan teman-teman mahasiswa PENS”, ujar M. Ilham Maulana, Kahima IT 2018.

Sebagaimana yang dikatakan M. Ilham Maulana, Freddy Santoso pun merasakan hal yang sama. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini terutama HIMIT dan HMCE yang telah turut serta dalam memeriahkan acara ini. Saya jelas sangat mendukung acara ini, karena mencakup segi pendidikan dan branding. Ini juga merupakan jalan untuk PENS sendiri terutama jurusan Teknik Informatika dan Teknik Komputer untuk memperkenalkan diri kepada dunia. Semoga dengan adanya acara ini softskill, hardskill dan branding dari jurusan kita sendiri semakin berjaya dan ke depannya semakin sukses.” ujar Freddy Santoso, Kahima CE 2018.

Acara ini dimulai sejak tanggal 23 Maret 2018 dengan agenda lokakarya yang diikuti oleh mahasiswa PENS dan luar  PENS. Rangkaian acara hari berikutnya adalah Konferensi Hari Pertama dan Konferensi Hari Kedua pada 24 dan 25 Maret 2018 yang dihadiri lebih dari 100 partisipan.

Bagaimana sih, keseruan acaranya?

Disambut oleh Bapak Ali Ridho Barakbah pada pukul 09.00 WIB, konferensi hari pertama pun dimulai. Konferensi hari pertama semakin meriah dengan kehadiran Franklin Weng asal Taiwan sebagai keynote 1 yang menjelaskan perjalanan LibreOffice dari awal hingga kini. “Kita tidak berniat untuk menggantikan Ms. Office melainkan untuk mempermudah masyarakat dalam urusan perkantoran”, seru Franklin. Memang, penggunaan LibreOffice dikhususkan untuk Linux, sobat HIMIT… Meski begitu, fitur yang ada pada LibreOffice tak kalah hebat dengan fitur yang ada pada Ms. Office dan tak hanya itu, Riki Arif Gunawan, Ketua Kominfo menjelaskan bahwa dirinya menggunakan fitur-fitur LibreOffice untuk menulis karya ilmiahnya. Hanya butuh beberapa bulan saja, ia bisa menguasai perangkat perkantoran ini. Hal ini membuktikan bahwa LibreOffice sangat user friendly.

 

 

Bukan hanya mahasiswa PENS, melainkan peserta dari luar pun turut merasakan keseruan mengikuti  LibreOffice Conference 2018.  “Saya senang mengikuti acara ini karena dapat menambah wawasan, saya pun berharap bisa mengikuti LibreOffice Conference tahun depan.” Ujar Cantika, salah satu peserta LibreOffice Conference 2018.

Agenda Konferensi hari pertama ini juga meliputi materi yang dilakukan di kelas-kelas dengan berbagai topik yang dipandu oleh pembicara ahli di bidang open source. Begitu pula dengan Konferensi Hari kedua yang tak kalah seru.

Harapannya….

“Semoga acara ini dapat diselenggarakan pula di kota-kota lain atau di daerah-daerah, tidak hanya Surabaya saja sehingga LibreOffice dapat dikenal oleh masyarakat di berbagai daerah.” Kata Ummul Sadiqah, salah satu pembicara dalam acara tersebut.

Nah, sobat HIMIT…nyatanya, LibreOffice cukup dikenal dan ingin dikenal pula oleh masyarakat, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti acara LibreOffice Conference tahun ini. Semoga acara ini dapat berlanjut dan lebih meriah pada tahun berikutnya, serta masyarakat pada umumnya dan mahasiswa khususnya bisa familiar dalam penggunaan dan pengembangan LibreOffice sebagai open source office application. (mcn/wmf)

 

Medinfo

Medinfo

Mahasiswa IT angkatan 2016

E-Mail: medinfo.himit@gmail.com

Komentar

Kirim Komentar